Palembang, Kabarirakyat.com

FOTO BERSAMA-Usai kegiatan Mahasiswa UNSRI Teknik KST foto bersama Rudi Harsam Ketua Kampung Sayur. (FOTO-ISTIMEWAH)
Komunitas Sains Teknik (KST) Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui program Gerakan Masyarakat (GEMAY) 2026 mengembangkan riset budidaya spirulina di Kampung Sayur Cempako, Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Minggu (25/10/2026).
Dalam program tersebut, mahasiswa KST mengembangkan riset budidaya spirulina sebagai upaya memperkenalkan penerapan sains yang aplikatif dan mudah direflikasi oleh masyarakat.
Dalil Dahlan Ketua Pelaksana Gerakan Masyarakat ( GEMAY) KST 2026 menjelaskan, budidaya spirulina dilakukan menggunakan media sederhana berupa galon air mineral bekas yang dilengkapi aerator. Metode ini dipilih agar mudah dipelajari dan diterapkan warga dengan biaya terjangkau.
Lanjut Dalil mengatakan, dalam pelaksanaannya, spirulina dibudidayakan dengan memperhatikan sejumlah faktor, seperti kondisi media, pencahayaan, suhu, tingkat keasaman atau PH, serta aerasi. Pemantauan secara berkala dilakukan untuk menjaga konsistensi proses budidaya, dan membantu masyarakat memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan organisme tersebut.

PAPARAN-Muhammad Qibri Hamdallah-Direktur Utama BO KST KM FT UNSRI saat memaparkan kegiatan di Kampung Sayur (FOTO-ISTIMEWAH)
Sementara itu Muhammad Qibri Hamdallah, Direktur Utama BO KST KM FT UNSRI memaparkankan, setelah tahap budidaya, biomassa spirulina direncanakan melalui proses penyaringan, penirisan, pengeringan, dan penggilingan hingga menjadi serbuk. Serbuk tersebut kemudian dikembangkan sebagai prototipe biostimulan tanaman, yaitu bahan yang diteliti potensinya untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Lanjutnya, pengujian prototipe dilakukan dengan membandingkan tanaman yang diberi air biasa sebagai kontrol dengan tanaman yang diberi larutan serbuk spirulina pada konsentrasi tertentu. Pengamatan dapat mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, dan persentase perkecambahan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan pada masing-masing perlakuan.
“Melalui riset ini, GEMAY 2026 tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada proses edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Warga diharapkan dapat mengenal penerapan sains secara sederhana serta memahami bagaimana suatu gagasan penelitian dikembangkan menjadi prototipe yang dapat dievaluasi,” terang Muhammad Qibri
Muhammad Gibri juga mengatakan, meski demikian, kualitas dan keamanan produk tetap menjadi perhatian utama. Serbuk spirulina hasil kultur lokal belum dapat dinyatakan aman untuk dikonsumsi sebelum identitas kultur, kebersihan, dan keamanan setiap batch melalui pengujian yang sesuai.
“Melalui program ini, KST KM FT UNSRI berharap kegiatan riset dapat menjadi sarana pengenalan bioteknologi yang aplikatif bagi masyarakat Kampung Sayur Cempako, sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi berbasis sumber daya yang dapat dipelajari dan direplikasi secara bertanggung jawab,” ujar Muhammad Qibri
Muhammad Qibri menambahkan, GEMAY 2026 menjadi langkah untuk mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui riset sederhana, pembelajaran langsung, dan pengembangan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Rudi Harsam Ketua Kampung Sayur dalam sambutannya mengatakan, selamat datang dan terima kasih kepada adik -adik mahasiswa dan mahasiswi KST UNSRI yang telah datang di kampung sayur sebagai lokasi riset dan pengabdian.

Peserta mengikuti kegiatan GEMAY 2026 KST UNSRI Kembangkan Budidaya Spirulina Sebagai Inovasi Bioteknologi Sederhana di Kampung Sayur Cempako, Minggu (25/10/2026). (FOTO-IWAN SARIYANTO)
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, selain itu juga menambah pengetahuan tentang biokteknologi sederhana, dan warga bisa juga bisa belajar bagaimana mengelolah sumber daya yang ada menjadi sesuatu yang bernilai seperti biostimulan untuk tanaman sayur kami sendiri,” ungkap Rudi Harsam yang merupakan Purnawirawan TNI AL
Pada kegiatan dihadiri oleh Plh Lurah 26 Ilir, Untung Sobirin, S.IP M.Si didamping Ida laila Ketua TP PKK Kecamatan menuturkan, kegiatan Gemay 2026 KST UNSRI di Kampung Sayur Cempako inovasi budidaya spirulina dengan galon bekas ini adalah bentuk nyata penerapan ilmu teknik sederhana, kreatif dan bermanfaat langsung bagi warga.
“Kami berharap program ini berkelanjutan dan adik mahasiswa tidak hanya riset namun turun langsung kelapangan mengajarkan warga cara budidaya spirulina ini merupakan ilmu baru bagi warga kami,” ujar Untung Sobirin.
Untung Sobirin juga berharap, kegiatan ini terus dikembangkan, bahkan bisa jadi produk unggulan kelurahan 26 ilir kedepannya. (Iwan Sariyanto)





