NewsIndeks

3 Lokasi di Kabupaten OKI Berpotensi Banjir Pada Triwulan Pertama 2025

3 Lokasi di Kabupaten OKI Berpotensi Banjir Pada Triwulan Pertama 2025

KAYUAGUNG,Kabarirakyat.com – Musim penghujan telah terjadi beberapa bulan belakangan ini.Di bulan Desember hujan sering turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

Untuk triwulan pertama tahun 2025 hujan yang sudah sering turun berpotensi terjadi banjir. Di Kabupaten OKI pada triwulan pertama itu, ada 3 lokasi yang berpotensi terjadi banjir. Yaitu di Kecamatan Mesuji, Mesuji Makmur dan Lempuing.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Listiadi Martin melalui Sekretaris, Nova Triyussanto, saat dikonfirmasi,KabariRakyat.com, Sabtu 4 Januari 2025.

Menurut dia, untuk curah hujan yang sering turun belakangan ini dengan intensitas lebat. Dimana hujan akan terus terjadi di Januari hingga akhir bulan.

“Kalau hujan sudah sering turun dengan intensitas lebat, maka akan berpotensi banjir yaitu di 3 Kecamatan,” ujarnya.

Lanjut Nova, untuk banjirnya di 3 Kecamatan ini bukan hanya langsung dari air hujan, tetapi dari luapan air Sungai oleh hujan terus-menerus.

Untuk diketahui, 3 Kecamatan ini adanya aliran Sungai sehingga bila hujan lebat terus menerus maka meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah desa.

“Kalau untuk saat ini meskipun hujan sudah sering turun, untuk lokasi desa di Kabupaten OKI belum ada yang banjir,” ungkapnya.

Masih kata Nova, setiap musim penghujan, untuk lokasi-lokasi yang berlangganan banjir pasti banjir. Ini dikarenakan memang lokasi wilayahnya yang rendah.

Tapi, dikatakan Nova, lokasi-lokasi yang sering banjir langganan ini biasanya cepat surut. Yaitu 2-3 hari saja sudah surut.

“Lokasi wilayah banjir biasanya memang dekat aliran sungai. Seperti di Kota Kayuagung kalau sudah musim penghujan pasti banjir di Kelurahan Jua-jua ujung,” jelasnya.

Termasuk juga, sambung Nova, kelurahan Kedaton ujung. Dimana memang wilayah ini rendah dan dekat dengan aliran sungai kecil. Ditambahkan Nova, maka oleh karena itu pihaknya selalu menghimbau masyarakat dan mengingatkan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Melalui cara ini juga mengurangi potensi banjir. Termasuk juga mengimbau masyarakat jangan mendirikan bangunan atau rumah dekat dengan aliran sungai.

“Apabila mendirikan bangunan rumah dekat aliran sungai di musim penghujan jelas berpotensi banjir karena air nya meluap,” bebernya.

Exit mobile version