Kejar Mimpi Palembang Hadirkan “Ecoenzympreneur Literasi Finansial dari Food Waste ” Di Kampung Sayur Cempako
Cara pengelolaan limbah makanam
Palembang,KabariRakyat.com– Sebanyak 70 peserta masyarakat dari warga kampung sayur Cempako, Dinas Pertanian Kota Palembang dan mahasiswa Komunitas Kejar Mimpi mengikuti seminar edukatif yang membahas konsep ecoenzym, manfaat ekologisnya serta cara pembuatan dan pemanfaatannya . Acare dilaksanakan Sabtu (15/3 2025) di kampung sayur Cempako Kecamatan Bukit Kecil Kelurahan 26 Ilir Kota Palembang.
Kejar Mimpi Palembang kembali berinovasi dalam program lingkungan dan edukasi finansial melalui kejar mimpi care Environment (KMCE) Ecoenzympreneur literasi finansial dari food waste. Dengan ekonomi, program ini hadir sebagai solusi edukatif untuk mendorong kesadaran masyarakat mengelolah limbah secara berkelanjutan.
Haidar selaku Leader Kejar Mimpi Palembang mengatakan program kegiatan food waste bekerja sama dengan bilik pangan. Acara itu sebagai solusi pengelolaan limbah organik serta mengajarkan pentingnya literasi finansial dalam konsep keberlanjutan.
” Kami percaya bahwa pendidikan lingkungan dan finansial harus berjalan beriringan untuk menciptakan generasi muda yang lebih sadar dan bertanggungjawab. Melalui program ini, kami ingin menanamkan kebiasaan mengelolah limbah secara bijak sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis berkelanjutan. “Ujar Haidar.
Sementara itu , Elok Ilunanwati SpMP ,Selaku pembina Bilik Pangan Food bank pertama di Kota Palembang mengatakan berfokus pada pengurangan limbah makanan dan kesejahteraan sosial. Sehingga limbah yang dibuang bermanfat bagi masyarakat. dan tidak ada limbah sisa makanan di buang di setiap rumah.
Lanjut Elok Selain itu juga program ini juga menghadirkan sesi “Financial Literasi From Food Waste Management” Dimana peserta mendapatkan wawasan tentang pengelolaan limbah bisa berkontribusi terhadap ekonomi sirkular dan peluang wirausaha hijau.
Selanjutnya seminar tentang Ecoenzympreneur yang disampaikan Suly Xanlyang selaku ketua Rumah Enzim Bakti Nusantara Palembang mengatakan mengenai produk turunan hasil eco enzym yang dapat menjadi peluang usaha dari manajemen pengolahan limbah (eco enzym).
Selain itu juga limbah sayuran -sayuran dan limbah kulit buah–buahan seperti kulit pisang ,kulit jeruk, kulit durian, dan lainnya kecuali kulit buah alpokad dan kulit kelapa tidak bisa diolah karena mengandung minyak. Sedangkan kulit buah dan sayur bisa diolah menjadi bahan herbal dapat menghasilkan pupuk. ”Obat luar terapi seperti sakit pinggang ,saraf terjepit, shampo sehingga bisa menghasilkan uang ujar Suly
Della dari kejar mimpi menerangkan sebagai bagian dan rangkaian acara diadakan pula permainan interaktif dan sosialisasi produk CIMB Niaga termasuk pengendalian layanan Octo Mobile sebagai platform perbankan digital yang dapat mendukung kegiatan finansial generasi muda.
Lanjut Della melalui kegiatan ini Kejar Mimpi Palembang berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pengelolaan limbah makanan, menanamkan .kebiasaan ramah lingkungan, memperkenalkan konsep wirausaha hijau dan mendorong inklusi finansial.
” Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami bagaimana pengelolaan limbah bisa memeiliki nilai ekonomi dengan adanya edukasi ini, kami optimis generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan keberlanjutan, “harap Della.
Sementara itu Rudi Harsam Selaku Ketua Kampung Sayur Cempako, dia sangat spresiasi dengan kegiatan program food waste selain menambah ilmu pengetahuan dan wawasan juga besar manfaat dari eco enzym. Dan bangga terhadap anak muda telah mendukung dalam menjaga lingkungan dari limbah sisa makanan dan sisa sayuran untuk diolah menjadi bermanfaat.
Rudi juga menambahkan lahan hijau atau Ruang terbuka hijau (RTH) sebaiknya digunakan tanaman yang bermanfaaat sehingga bisa digunakan orang banyak. “Alhamdulillah tahun 2024 kampung sayur dapat penghargaan kalpataru dari pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ujar Rudi. Dia juga berharap anak muda yang ada di acara program food wasle di kampung sayur bisa terpilih kalpataru di usia muda, ” ujar Rudi yang juga ketua RT 17. (iwan sariyanto)
