SKK Migas Ajak FJM Sumsel Kunjungan Kelapangan Cantik PT Sele Raya Belida (SRB) di Lembak

banner 468x60

FOTO BERSAMA-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel, para awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel. (Foto Istimewa)

Muara Enim, Kabarirakyat.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumsel, para awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel diajak melihat langsung produksi di PT Sele Raya Belida (SRB), Senin (8/06/2026) di lokasi Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri, Field Superintendent PT Sele Raya Belida Elvi Kurnia Hakim, Ketua FJM Sumsel H. Oktaf Riyadi, serta puluhan jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan.

Media Field Trip merupakan bagian dari Program Kerja Bersama SKK Migas-KKKS Sumbagsel Tahun 2026 yang bertujuan mempererat hubungan dengan insan pers, memperkuat sinergi, sekaligus memberikan pemahaman langsung mengenai aktivitas operasional hulu migas di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, para wartawan diajak melihat secara langsung operasional Sumur Cantik yang berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare dengan delapan sumur produksi. Secara keseluruhan, wilayah tersebut mencakup empat lapangan produksi dengan total area operasional sekitar delapan hektare.

Sementara itu, Ketua FJM Sumsel, H. Oktaf Riyadi, mengapresiasi konsistensi SKK Migas dan KKKS dalam membangun hubungan yang baik dengan media melalui kegiatan lapangan.

“Hari ini kami melihat langsung bagaimana proses produksi migas dilakukan. Semoga kegiatan seperti ini tetap berlanjut terus, sehingga dapat meningkatkan pemahaman wartawan terhadap industri hulu migas,” ujar Oktap.

Ketua FJM Sumsel, H. Oktaf Riyadi (Foto-Iwan Sariyanto-Kabarirakyat.com)

Oktap juga menambahkan, dengan diadakan kegiatan SKK Migas Field Trip bersama FJM Sumsel , maka wartawan memperoleh kesempatan untuk melihat langsung proses operasional di sektor hulu migas, pengalaman seperti ini sangat penting dalam menghasilkan karya Jurnalistik yang lebih akurat, berimbang dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu Elvi Kurnia Hakim selaku Field Superintendent PT Sele Raya Belida (SRB) menceritakan asal usul nama sumur cantik  selama ini nama itu sangat unik yang  dahulunya kawasan itu masih hutan masyarakat sering bercerita tentang kasat mata , dari situ muncul nama sumur cantik. Selain itu juga sumur cantik sebagai simbol dan harapan agar sumur yang dibangun mampu memberikan hasil produksi yang baik.

“Kami ingin mengubah stigma bahwa industri migas itu tertutup. Melalui field trip ke Sumur Cantik ini, kami memperlihatkan bagaimana teknologi, standar, keselamatan yang ketat, dan komitmen lingkungan bekerja beriringan untuk menghasilkan energi bagi negeri,” tegas Elvi di lokasi.

Sementara itu Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional guna mendukung program ketahanan dan swasembada energi.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri (Foto-Iwan Sariyanto-Kabarirakyat.com)

Menurutnya, industri hulu migas saat ini menghadapi tantangan besar karena minyak dan gas merupakan sumber energi yang tidak terbarukan. Oleh sebab itu, upaya menahan laju penurunan produksi alamiah, melakukan eksplorasi baru, serta pengeboran eksploitasi harus terus dilakukan.

“Saat ini kita mengemban amanah untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan energi nasional. Satu liter pun produksi tidak boleh turun. SKK Migas bersama KKKS harus mampu menjaga produksi sekaligus menemukan sumber-sumber baru melalui kegiatan eksplorasi,” tegas Safei.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional hulu migas dilaksanakan sesuai regulasi dan standar keselamatan yang berlaku, serta berada di bawah pengawasan SKK Migas.

Safei berharap media dapat terus menyampaikan informasi secara objektif dan independen kepada masyarakat mengenai kondisi riil industri migas di lapangan.

“Kami berharap media dapat melihat langsung fakta di lapangan dan menyampaikan informasi secara berimbang kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat,” ujar Safei.

Safei juga menambahkan Target produksi nasional harus dijaga. Salah satu tugas utama kami adalah menahan laju penurunan produksi sekaligus mendorong kegiatan eksplorasi dan pengembangan agar produksi dapat meningkat,” kata Safei. (Iwan Sariyanto)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *